Sabtu, 07 September 2013

candhi cetho

Selamat siang, pada postinga saya ini, saya akan menyuguhkan sebuah tempat wisata sejarah yang mempunyai nilai sejarah yang tinggi ( bukan karena letaknya yang di atas gunung ) . 
Pelataran Candhi Cetho ( 01 ) gambar dokumen sendiri

Ini adalah view Candhi Cetho ( gambar dengan kode 01 ), kesan pertama yang saya lihat adalah bersih, rapi dan hijau tentunya. Candhi Cetho sendiri terletak di Kabupaten Karanganyar, sebuah Kabupaten dengan nama lain bumi intanpari ( Industri, Pertanian dan pariwisata ). Candhi Cetho sendiri terletak di, Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Indonesia. Kalau titik koordinat sama bujur atau lintang nya, tanya saja Koramil terdekat, pasti di beri pencerahan. Pak petugas di Koramil pasti banyak yang ahli Navigasi Darat. Letaknya yang berada di kaki Gunung Lawu sebelah utara kira-kira 1400 dpl, kalo ndak percaya " monggo " di ukur pake meteran nya tukang jahit ( :D ), menjadikan tempat ini begitu sejuk, dan udaranya segar sekali. 

Sebelum lanjut ada baiknya siapkan dulu kacamata dan kemeja batik, jadi pak guru sejarah untuk sementara waktu.. Candhi Cetho merupakan sebuah Candhi yang bercorak Agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit (abad ke-15). Adalah  Van de Vlies pada 1842, seorang Kompeni ( jahat banget ya nyebutnya ) , , , yang pertama kali membuat laporan ilmiah tentang Candhi Cetho.  A.J. Bernet Kempers juga melakukan penelitian mengenainya. ( Wikipedia )
 

Candhi Cetho Tempoe Doloe ( 02 ) gambar di ambil dari wikipedia































Ketika ditemukan keadaan candi ini merupakan reruntuhan batu pada empat belas dataran bertingkat, memanjang dari barat (paling rendah) ke timur, meskipun pada saat ini tinggal 13 teras, dan pemugaran dilakukan pada sembilan teras saja. Strukturnya yang berteras-teras membuat munculnya dugaan akan kebangkitan kembali kultur asli (" punden berundak ") pada masa itu, yang disintesis dengan agama Hindu. Dugaan ini diperkuat dengan bentuk tubuh pada relief seperti wayang kulit yang mirip dengan penggambaran di Candhi Sukuh. Pada gambar dengan kode ( 02 ), mungkin view Candhi Cetho tahun 90'an ( bagi yang mau protes silahkan, saya kasih kursi, meja dan air sirup, hehehe, karena setahu saya tahun 2000'an ke sini gambar photo udan bersih dan bagus-bagus, begitu pula suasana Candhi juga sudah bersih, rapi dan tentunya rame ). Tapi semua itu berubah, sampai suatu hari negara api menyerang............... #!&???. Bagunan sekitar Candhi, maupun altar-altar, sudah banyak yang di perbaiki, bentuk dan corak tetap sama tapi di lihat dari segi kebersihan bagunan terlihat mengkilap dan kinclong ( tidak banyak lumpur-lumpur yang menempel ).

Bagi yang suka Photo, banyak view yang bagus dan menawan di kawasan Candhi. Semua gratis dan tidak di kenakan PPh sama Pemkab. hehehe,,,  Bagi yang ingin moment di hari spesialnya jadi makin tak terlupkan sepanjang masa, bisa melakukan sesi photo di altar-altar kawasan Candhi. Sore hari ketika matahari hampir tamaram, atau di pagi hari yang sedikit berkabut, mungkin bisa jadi opsi untuk sesi-sesi photo penting anda. Sudah banyak pula, majalah-majalah lokal, nasional ataupun internasional melakukan sesi pemotretan di kawasan Candhi Cetho. Selain bernuansa seni tinggi, hal ini juga menjadikan salah satu kontribusi kita akan eksistensi dan keberlangsungan Budaya Indonesia. ( Bersambung )